Pembawa Acara

Ngetop Jadi Pembawa Acara (MC) dan Host
Peran Pembawa Acara dan Host

Peran Pembawa Acara dan Host

Peran Pembawa Acara dan Host – Pada dasarnya MC dan host layaknya pimpinan orkestra. Layaknya, ia harus menguasai alat musik dari orkestra yang dimainkan kelompoknya. Piano, biola, saxophone, gitar, dan seperangkat alat musik lainnya harus ia kuasai. Tidak harus bisa memainkannya secara sempurna, namun setidaknya tahu bagaimana memfungsikannya. Tahu jenis bunyinya, tahu efek yang ditimbulkan bunyi itu.

 Peran Pembawa Acara dan Host

Pada dasarnya, MC dan host adalah pembawa acara. Ia yang membawa sebuah acara kepada tujuannya. Ia yang menggiring peserta acara untuk mencapai tujuan itu. Ia berkuasa atas acara yang dibawakannya. Tak diijinkannya penyimpangan acara yang melenceng dari tujuan. Tak diperkenankannya upaya-upaya untuk mengalihkan perhatian dari tujuan.

Dulu, pembawa acara dikenal dengan sebutan master of ceremony (MC). Kita mengenal MC kondang seperti Kus Hendratmo atau Kris Biantoro. Mereka dikenal karena gayanya yang khas tempo dulu. Berpakaian jas lengkap dengan setelannya. Rambut berminyak disisir klimis. Sepatu mengkilat dilengkapi pantalon halus. Dasi kupu-kupu dilekatkan supaya penampilan semakin parlente.

Ada lagi kita mengenal istilah host. Lazim dimengerti, sejatinya host adalah tuan rumah. Jadi, host dalam acara-acara adalah dia yang memerankan diri sebagai tuan rumah. Ia yang mempersilakan orang masuk, mempersilakan duduk, menyediakan hidangan, mengarahkan pembicaraan, dan mengendalikan orang-orang itu sampai pada saat ia menghendaki mereka pergi.

Belakangan kita berkenalan dengan sosok muda ganteng yang sukses menjadi host acara televisi Lepas Malam dan Om Farhan. Siapa lagi kalau bukan Farhan.

Di musik kita akrab dengan julukan DJ, disk jockey. Riri adalah salah satu contoh DJ yang dikenal. Ia memiliki banyak penggemar karena sanggup menghidupkan suasana, menjaga suasana supaya tetap semarak, dan mengendalikan emosi pengunjung sebuah pertunjukan musik. Ia dinilai piawai dalam mengolah me-mix-kan berbagai jenis musik menjadi alunan yang meriah.

Di televisi dikenal pula istilah newsreader, newscaster, dan anchor. Pembawa berita.

  • Newsreader adalah orang yang membacakan berita. Naskah yang dibacanya disiapkan oleh orang lain. Ia tinggal membacanya, dan tidak bertanggung jawab atas isi materi. Dulu, peran ini biasanya diambilkan dari aktor terkenal, atau setidaknya “orang dalam” yang dinilai pantas menjadi ikon.
  • Newscaster adalah pembaca berita yang juga terlibat dalam peliputan di lapangan dan penyusunan naskah. Ia adalah sekaligus jurnalis. Konsep yang di Indonesia berkembang tahun 1980-an ini dimaksudkan untuk pertama-tama membedakan antara jurnalis aktif dan sekadar pembaca berita. Kemajuan teknologi, termasuk video streaming, memungkinkannewscaster menyampaikan berita dari lokasi liputannya secara langsung.
  • Anchor setingkat lebih tinggi dari yang di atas. Ia tidak hanya terlibat dalam produksi berita, namun juga mempunyai kewenangan untuk berimprovisasi tatkala menyampaikan berita. Ketika mengudarakan laporan langsung dari lapangan, seorang anchor bisa mengajak pemirsa atau pendengar untuk lebih dalam lagi melihat persoalan yang dilaporkannya. Istilah anchor (juga anchorperson, anchorman, atau anchorwoman) diperkenalkan oleh produser CBS News Don Hewitt. CBS pertama kali memakainya pada 7 Juli 1952 untuk menjelaskan peran penyiar Walter Cronkite pada saat Konvensi Nasiona Partai Demokrat dan Republik.

Nantinya berkembang bahwa ketiga sebutan itu tidak hanya berlaku untuk penyiar berita, namun juga termasuk berlaku untuk pernbawa acara yang bersifat hiburan. Pengelompokannya juga bisa meminjam model itu. Ada yang sekadar membacakan script, ada yang menambahkan dengan improvisasi, ada yang terlibat jauh sejak dari pengumpulan bahan hingga penyusunan draft acara dan cara mengemasnya.

Dalam acara below the line pun model ini bisa diterapkan pula. Ada yang sekadar menjadi lips anouncher, moderator, hingga produser sekaligus.

Baiklah, semua itu bukan dimaksudkan untuk mencari ketepatan definisi. Kita tidak hendak mencari perbedaan dari istilah-istilah itu. Kita andaikan saja tak ada perbedaan. Dan kita sepakati saja untuk menggunakan istilah presenter agar ada kesamaan pengertian. Toh, yang kita butuhkan sejatinya adalah fungsi dari peran ini.

Dan, sesudahnya, kita hendak membuka selebar-lebarnya peluang untuk menjalani fungsi itu. Kita ingin menemukan formula yang tepat sebagai kunci sukses seorang presenter.

Demikian info tentang Peran Pembawa Acara dan Host semoga bermanfaat.

Sumber: GTA Broadcasting

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.